Definisi IP Address & Fungsinya
IP address adalah barisan angka untuk memberi label pada setiap perangkat yang terhubung ke jaringan, terutama jaringan internet yang menggunakan Internet Protocol (IP) sebagai media komunikasi.
Secara umum, fungsi ip address terbagi dalam 2 hal yaitu: identifikasi host atau antarmuka jaringan dan menunjukan identitas alamat dari sebuah perangkat.
IP adalah singkatan dari internet protocol. Hal ini merupakan landasan dari serangkaian protokol yang ada di internet.
Hal ini jadi prosedur dasar pada transaksi pertukaran data di internet.
Informasi atau data yang masuk dalam jaringan internet ditransmisikan menjadi potongan fragmen yang disebut paket (packet/network packet). Setiap paket terdiri header dan data yang akan di kirim.
Di header ini tersimpan sejumlah informasi atau metadata dari suatu paket. Salah satu informasi tersebut adalah IP address atau alamat IP baik dari perangkat yang mengirim atau menerima.
Informasi tersebut akan dimanfaatkan oleh router dan infrastruktur jaringan lain untuk mengarahkan paket pada tujuan yang seharusnya.
Saat ini ada dua versi alamat IP yang digunakan yaitu IPv4 dan IPv6.
Versi dari IP Address: IPv4 & IPv6
Berikut adalah penjelasan tentang 2 versi dari alamat IP:
IPv4
Ini adalah versi yang paling umum dan paling banyak digunakan. Versi ini sudah ada bahkan sejak internet digunakan secara komersial.
Struktur IPv4 berupa 4 blok angka numerik sepanjang 32 bit. Setiap blok bisa berisi 1 sampai 3 digit angka.
Setiap angka pada tiap blok di struktur tersebut memiliki interval antara 0-255. Dalam interval tersebut, kurang lebih ada 4,3 miliar alamat IP yang bisa ditampung.
Masing-masing blok akan dipisahkan oleh tanda titik.
Contohnya: 172.217.10.14
Itu adalah alamat ip dari Google.com. Anda bisa mencoba membuktikannya dengan memasukkannya ke URL. Anda akan diarahkan untuk membuka Google.com.

Di IPv4 terdapat pembagian kelas. Berikut adalah pembagian kelas ip address versi ini:
- Kelas A
Rentang angka dalam alamat IP yaitu 0.0.0.0 – 127.255.255.255. Bisa menampung 16.777.216 alamat IP dan 128 jaringan maksimal.
- Kelas B
Rentang angka dalam alamat IP yaitu 128.0.0.0 – 191.255.255.255. Bisa menampung 1.048.576 alamat IP dan 16.384 jaringan maksimal.
- Kelas C
Rentang angka dalam alamat IP yaitu 192.0.0.0 – 223.255.255.255. Bisa menampung 65.536 alamat IP dan 2.097.152 jaringan maksimal.
- Kelas D
Rentang angka dalam alamat IP yaitu 224.0.0.0 – 239.255.255.255. Jumlah alamat IP dan jaringan yang bisa ditampung secara maksimal tidak didefinisikan.
- Kelas E
Rentang angka dalam alamat IP yaitu 140.0.0.0 – 255.255.255.255. Jumlah alamat IP dan jaringan yang bisa ditampung secara maksimal tidak didefinisikan.
IPv6
Ini adalah pembaruan dari IPv4. Versi belum digunakan secara luas. Dihadirkan karena kapasitas IPv4 yang sudah semakin menipis.
Struktur IPv6 tampak berbeda dengan IPv4. Hal yang bisa dengan mudah diidentifikasi adalah struktur IPv6 yang terdiri dari kombinasi angka dan karakter huruf.
Berikut ini adalah contoh penulisan IPv6:
2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
Jika angka pada IPv4 hanya sepanjang 34 bit, angka IPv6 sepanjang 128 bit. IPv6 sendiri bisa menampung 2128=3,4 x 1038 host. Jumlah tersebut sangatlah banyak dan bisa mengakomodasi alamat IP di seluruh dunia dalam waktu yang cukup lama.
Setelah mengenal versi dari alamat IP, Anda juga harus mengenal jenis-jenis alamat IP. Alamat IP dikategorikan dalam beberapa jenis.
Jenis IP Address
Berikut ini adalah jenis-jenis dari IP address berdasarkan pengkategoriannya masing-masing:
1. IP Publik & IP Private
Jenis ini dikategorikan berdasarkan cakupannya. Berikut penjelasannya:
IP Publik
Cakupan IP Publik sangat luas. Alamat IP inilah yang akan menghubungkan Anda ke jaringan internet.
Anda akan mendapatkan IP Publik dari ISP yang digunakan.
Jadi, saat Anda ingin terhubung ke internet, Anda harus terkoneksi dengan router yang disediakan oleh ISP. Nah, Anda akan masuk ke jaringan internet menggunakan IP Publik dari router tersebut.
IP Private
Cakupan IP Private hanya sebatas pada jaringan lokal atau LAN.
Dalam suatu jaringan lokal, setiap perangkat tetap memiliki alamat IP. Menggunakan alamat IP Private inilah setiap perangkat bisa berkomunikasi satu sama lain secara local.
IP Private ini tidak akan bisa dilihat secara global.
2. IP Dynamic dan IP Static
Jenis ini dikategorikan berdasarkan cara memperolehnya. Berikut penjelasannya:
IP Dynamic
Jenis IP Dynamic akan berubah pada setiap waktu. IP digunakan secara bergantian. Nah, ISP bertanggung jawab mengelola alokasi alamat IP pada pelanggannya. Jadi dari waktu ke waktu akan terjadi perubahan alamat IP. Distribusi alamat IP dilakukan oleh DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
Skema ini digunakan oleh ISP karena biayanya lebih efektif. Biasa digunakan oleh end user seperti Anda dan pengguna internet pada umumnya.
IP Static
ISP akan menyediakan alokasi khusus pada perangkat dan memastikan alamat IP nya tidak akan berubah.
Jenis ini biasa digunakan untuk server web atau server game.
ISP biasanya akan membebankan biaya yang lebih tinggi bagi pelanggan yang menggunakan IP Static.
3. Shared IP dan Dedicated IP
Jenis ini dikategorikan berdasarkan jenis hosting yang digunakan. Berikut penjelasannya:
Shared IP
Alamat IP jenis ini digunakan oleh beberapa situs yang biasanya di hosting dalam server yang sama (shared hosting).
Jenis ini cukup beresiko. Pasalnya, jika ada satu pengguna yang jadi daftar hitam, reputasi dari situs lain akan jatuh.
Dedicated IP
Alamat IP jenis ini hanya digunakan oleh satu situs. Jadi satu IP Address merujuk pada satu domain saja.
Layanan ini biasanya digunakan oleh pengguna dedicated hosting atau cloud VPS hosting. Meski demikian, provider hosting biasanya tetap melayani permintaan pelanggan shared hosting yang membutuhkan dedicated IP.
IP Address & Nama Domain
Struktur alamat IP pada dasarnya kurang bersahabat dengan manusia. Strukturnya cukup sulit dipahami dan dihafalkan. Maka dari itulah diciptakanlah konsep nama domain untuk memudahkan user.
Setiap kali mengakses sebuah website, Anda akan memasukan alamat web di URL. Alamat web yang selama ini Anda kenal disebut dengan domain.
Domain ini digunakan supaya manusia bisa lebih mudah mengidentifikasi suatu host atau web. Bayangkan jika Anda harus menghafal rangkaian alamat IP seluruh web, tentu sangatlah sulit.
Di level permukaan, domain digunakan oleh manusia untuk mengakses suatu web. Tapi di level dasar, komunikasi antar perangkat di jaringan internet tetap menggunakan alamat IP.
DNS digunakan untuk menunjang operasional ini. DNS adalah protokol yang akan mentranslasikan nama domain yang diinput user jadi alamat IP yang dipahami oleh komputer. Dengan demikian, komunikasi digital dapat berjalan.
IP Address adalah: Identitas Alamat Device di Jaringan
Setiap perangkat yang terhubung ke internet pasti memiliki alamat IP. Hal ini memungkingkan pertukara data antara pengirim dan penerima bisa berjalan dengan baik.
Saat ini alamat IP yang masih digunakan secara umum adalah IPv4. Tapi akan tiba masanya nanti versi ini tidak lagi bisa mengakomodasi kebutuhan dan IPv6 akan digunakan sepenuhnya.
Ada banyak jenis alamat IP. Jika Anda pengguna internet yang casual, Anda tidak perlu bingung memikirkan hal ini. Layanannya sudah disediakan ISP, beroperasi di di latar belakang dan Anda hanya perlu menikmati saja layanannya.
Namun, jika Anda adalah seorang praktisi, pemilik web, atau sedang belajar mendalami masalah jaringan, hal ini sangat penting untuk Anda pahami.
Anda harus paham fungsionalitas setiap jenis alamat IP. Selain itu, Anda juga harus jeli memilih layanan untuk mendapat alamat IP yang sesuai kebutuhan.
2 thoughts on “Apa itu IP Address? Memahami Konsep dan Mengenali Jenisnya”
terima kasih artikelnya menarik minn
artikelnyaa bermanfaat sekaliii, jadii lebih tauu lagii sebenarnya apa itu IP Address, makasihh ilmunyaa…